RAPAT KOORDINASI TEKNIS

Koordinasi menjadi titik penghubung antar setiap lini organisasi dalam upayanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kegiatan ini perlu secara kontinu diagendakan dan dilaksanakan guna menjaga agar dinamisasi organisasi tetap berada pada jalurnya serta sebagai upaya antisipasi atau pengendalian ketika gerak lini mulai mengalami hambatan untuk kemudian dirumuskan solusi atau pemecahan yang tepat.
Koordinasi inilah yang senantiasa diupayakan oleh PKP2A III LAN dalam menjaga sinergisitas dinamisasi organisasi yang kemudian diformulasikan dalam sebuah kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek).
Memasuki triwulan ke IV, Rakortek yang diagendakan sebanyak tiga kali dalam satu tahun kegiatan ini kembali dilaksanakan tepatnya pada hari Jum’at tanggal 23 Oktober 2009 dan bertempat di Ruang Rapat Aula PKP2A III LAN. Ada empat agenda pembahasan, agenda pertama adalah koordinasi penyelenggaraan kegiatan tahun 2009. Pada agenda pertama ini dibahas pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing unit baik yang telah terlaksana maupun yang belum terlaksana berikut dengan realisasi anggarannya. Hingga periode Oktober 2009, pelaksanaan program kegiatan PKP2A III LAN telah mencapai 75 % dari keseluruhan perencanaan. Beberapa permasalahan pun sempat dibahas terkait pelaksanaan program kegiatan ini, antara lain beberapa ketentuan-ketentuan yang tidak bisa diaplikasikan di lapangan, khususnya di PKP2A III LAN, terkait dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini sebagaimana yang terjadi di bidang Kajian dimana dalam ketentuan mengharuskan adanya keterlibatan jabatan fungsional peneliti dalam Surat Keputusan (SK) Tim Kegiatan Penelitian, namun realita di lapangan tidak memungkinkan untuk ketentuan tersebut diaplikasikan, karena PKP2A III LAN hanya memiliki satu orang pejabat fungsional peneliti dan itupun berstatus sedang melaksanakan tugas belajar. Sehingga disarankan ada kebijakan tertentu terkait dengan keterbatasan SDM tsersebut.
Agenda pembahasan kedua adalah penyampaian program kegiatan 2010. Pada agenda kedua ini disampaikan hasil pembahasan RKA K/L PKP2A III LAN dengan Dirjen Anggaran, untuk kemudian masing-masing unit mulai mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Penggunaan Anggaran (RPPA) kegiatan.
Agenda pembahasan yang ketiga adalah sosialisasi konsep restrukturisasi program kegiatan yang akan mulai berlaku pada tahun 2011. Penyampaian sosialisasi ini berdasarkan pada hasil Sosialisasi/Pelatihan Penyusunan Program dan Kegiatan oleh Bappenas pada tanggal 19 Agustus 2009 di Jakarta, dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L) 2010-2014. Terdapat beberapa ketentuan baru dalam penetapan program, di mana kewenangan setiap kementerian dan lembaga dalam pembagian program berdasarkan pada pembagian program Eselon I. Untuk PKP2A maka pembagian programnya berdasarkan pada pembagian program Sestama (Sekretaris Utama) yang terdiri dari dua program yaitu program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAN dan program peningkatan sarana dan prasarana aparatur LAN.
Namun muncul kemudian permasalahan di mana PKP2A yang DIPA-nya tersendiri dan terpisah, memiliki karakteristik program dan kegiatan yang berbeda dengan Sestama (Eselon I) karena PKP2A juga melaksanakan kegiatan lini organisasi yaitu Kajian dan Diklat. Sehingga kemudian diputuskan PKP2A dapat mengusulkan nama kegiatan yang mewakili karakteristik program kegiatannya yaitu pengkajian administrasi negara, pembinaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur serta dukungan manajemen. Oleh karena itu maka kegiatan kajian dan diklat akan masuk ke dalam nomenklatur ini.
Perubahan lainnya adalah untuk tahun 2011, Term of Reference (TOR) yang disusun harus dapat menjawab indikator kerja baik kegiatan (output) maupun program (outcome). Untuk kemudian masing-masing indikator tersebut harus diuraikan ke dalam 13 informasi indikator kinerja sehingga harapannya kinerja yang dihasilkan dapat benar-benar terukur.
Sedangkan agenda pembahasan yang terakhir adalah mengenai Sosialisasi Hasil Pembahasan Standard Operating Procedure (SOP). Untuk mendukung terwujudnya reformasi birokrasi maka LAN sebagai salah satu instansi pemerintah juga melakukan berbagai upaya memperbaiki proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang mencerminkan birokrasi yang mampu menjalankan fungsi pemerintahan yang memiliki kriteria efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu aspek penting dalam rangka mewujudkan birokrasi yang memiliki kriteria tersebut adalah dengan menerapkan SOP pada seluruh proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan.
Hingga saat ini, LAN sedang dalam proses penetapan SOP LAN Jakarta dan SOP yang berlaku bagi seluruh PKP2A. Diharapkan dengan adanya SOP ini maka penyelenggaraan administrasi pemerintahan dapat berjalan dengan pasti dan berbagai bentuk penyimpangan dapat dihindari dan ditemukan penyebabnya. Dan pada akhirnya kondisi ini akan membawa kepada terciptanya kualitas pelayanan publik yang lebih baik.
Dengan berakhirnya agenda pembahasan keempat, maka Rakortek kemudian ditutup tepat pukul 17.00 WIB. (Lina)

Penyelenggaraan Diklat yang Profesional

Semakin maraknya penyelenggaraan Diklat yang ada di daerah baik diklat Prajabatan, Diklat PIM, Diklat Teknis dan Fungsional, semakin menuntut suatu penyelenggara diklat yang handal dan profesional. Untuk mencetak Penyelenggara seperti yang diinginkan tentunya dibutuhkan suatu proses pembelajaran yang panjang dan pengalaman dilapangan ketika berkecimpung dalam bidang diklat, karena tentunya terus-menerus menuntut suatu perbaikan.
Dalam rangka untuk Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur, maka salah satu upaya penting yang harus dilakukan adalah melalui diklat. Dan hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil, bahwa pelaksanaan Diklat Aparatur merupakan bagian Integral dari Pendayagunaan Aparatur Negara. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab Instansi Pembina Diklat didaerah PKP2A III LAN Samarinda menyelenggarakan diklat Training Officer Course selama 10 hari yang dilaksanakan dari tanggal 13-23 Oktober 2009 di Aula PKP2A III LAN jalan M.T.Haryono No.36 Samarinda. Diklat ini dihadiri oleh utusan-utusan dari daerah–daerah yang ada di wilayah Kalimantan, diantaranya dari Singkawang Kalimantan Barat, dari Banjarbaru dan Banjarmasin Kalimantan Selatan, serta beberapa daerah bagian utara Kalimantan Timur, seperti Nunukan, Bulungan, Sangatta, serta dari beberapa Instansi yang ada di Kota Samarinda.
Dalam sambutannya Kapus yang diwakili oleh Kabag TU mengharapkan penyelenggara Diklat pun harus mampu meningkatkan kinerja organisasi, maksudnya penyelenggara Diklat nantinya akan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai/karyawan sehingga dapat merubah sikap dan perilaku sumber daya aparatur ke arah yang lebih baik, lebih profesional, lebih bertanggung jawab, lebih demokratis, lebih transparan, bebas KKN, serta memiliki intregitas pribadi tinggi. Secara teoritis kompetensi pegawai dapat dilihat dari knowledge, skills, dan attitude. Proporsi knowledge dan attitude lebih diperoleh seorang pegawai melalui Diklat Kepemimpinan, sedangkan proporsi skills lebih besar diperoleh seorang pegawai melalui Diklat Fungsional dan Teknis. Karena itu seorang pegawai untuk menjadi bagian dari proses manajemen harus memiliki ketiga kompetensi itu, yaitu kompetensi teknikal, kompetensi hubungan dengan manusia, dan kompetensi konseptual.
Adapun materi yang menjadi rujukan dari LAN adalah, Konsep Dasar Sistem Diklat, Pendekatan Andragogi, Etika Kerja Pelaksanaan Diklat, Perencanaan Pelaksanaan Diklat, Koordinasi Penyelenggaraan Diklat, Administrasi Penyelenggaraan Diklat, Laporan Pelaksanaan Diklat, Pelayanan Prima dalam Pelaksanaan Diklat Pengendalian Diklat, Team Building, Sarana dan Prasarana Diklat, Komunikasi Efektif dalam Penyelenggaraan Diklat dan (terakhir) Studi Lapangan. Kepada seluruh peserta diklat, diharapkan dapat mengambil manfaat sebesar mungkin dari penyelenggaraan kegiatan ini, sekaligus mampu menjadi motivator dan dinamisator program pengembangan diklat di daerahnya masing-masing. Lembaga Administrasi Negara, khususnya PKP2A III LAN Samarinda, senantiasa siap untuk melakukan fasilitasi, optimalisasi, serta akselerasi program kediklatan di daerah. (Humairah)

REPORTER BARU YANG MEMBANGGAKAN


Pembaca yang berbahagia,

Majalah TD sudah menyelesaikan tahun kedua terbitannya. Tetap eksis ditengah kesibukan yang luar biasa dalam menjalankan tugas pembinaan Diklat di wilayah pelayanan utama Kalimantan. Edisi ke-6 ini hadir ditengah pembaca sekalian dengan tetap pada format terbitannya. Konsep untuk menghadirkan lebih banyak lagi variasi berita yang menjadi masukan dari pembaca kepada redaksi terus kami kaji. Insya Allah, pada edisi di tahun 2010 nanti kami akan tampil dengan format berita yang lebih informatif dan komunikatif.

Sepanjang tahun 2009 ini, tentunya kami terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap konten berita. Prestasi penting yang perlu dicatat adalah komitmen di awal tahun 2009 untuk "memaksa" dan "memberdayakan" awak redaksi dan seluruh komponen SDM pada PKP2A III LAN untuk berani menulis artikel dan laporan sudah menuai hasil yang baik, kendati tidak melalui proses pendidikan dan pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik, namun demikian "coaching" yang terus dilakukan dan evaluasi terhadap hasil tulisan para "reporter baru" ini membuat hasil sajian berita semakin baik. Kami tentunya akan semakin senang dan bangga dengan prestasi ini. Kami percaya, bahwa pegawai baru rekrutan 3 sampai 4 tahun terakhir ini akan menjadi kekuatan baru dalam peningkatan kualitas terbitan TD dimasa mendatang.
Semoga penerbitan Majalah Bidang Diklat Aparatur ini, akan tetap menjadi salah satu saluran informasi dan komunikasi yang baik bagi keluarga besar Diklat di Indonesia khususnya di Wilayah Kalimantan. Kehadiran majalah TD ini juga tentunya akan memperkuat dan menambah jumlah terbitan yang telah dilakukan di seluruh unit kerja LAN.
Salam
Redaktur