Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 2/I/Agustus/2008 - Forum Pembinaan Widyaiswara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 2/I/Agustus/2008 - Forum Pembinaan Widyaiswara. Tampilkan semua postingan

Forum Pembinaan Widyaiswara III di Palangkaraya Kalimantan Tengah


"Sistem Andragogi, suatu Orientasi Baru dalam Mekanisme Pembelajaran Pendidikan dan Pelatihan Widyaiswara"

PKP2A III LAN Samarinda kembali menyelenggarakan Pembinaan Widyaiswara III bekerjasama dengan Badan Diklat Propinsi Kalimantan Tengah.Pembinaan kali ini mengambil tempat di Kampus Diklat Badan Diklat Propinsi Kalimantan Tengah di kota Palangkaraya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2008 ini diikuti oleh para Widyaiswara dari Bandiklat Propinsi dan Balai Diklat Teknis di Kalimantan Tengah dengan menghadirkan DR. Eddy M.Pd Pembantu Rektor I Universitas Palangkaraya, sebagai narasumber, dengan mengangkat tema ”Sistem Andragogi, suatu Orientasi Baru dalam Mekanisme Pembelajaran Pendidikan dan Pelatihan Widyaiswara”.
Pembinaan Widyaiswara di Kalteng ini dibuka oleh Kepala Badan Diklat Kalimantan Tengah Bapak Drs. Rangkap Inau.
Sementara itu, dalam sambutannya Kapus PKP2A III LAN Samarinda yang dibacakan Plh Drs. Andi Taufik M.Si antara lain menyatakan ”Konsep tujuan Pendidikan diartikan sebagai proses penyampaian pengetahuan dan proses penyampaian kebudayaan yang didasarkan pada pelaksanaan proses belajar mengajar, tentunya dengan pendekatan konsep andragogi”.
Konsep ini intinya adalah proses pematangan dalam diri individu yang bergerak dinamis kearah kemandirian, terjadi secara bertahap dan dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuaan masing-masing. Dalam andragogi seorang menjadi siap mempelajari sesuatu bila ia merasakan kebutuhan untuk mempelajari hal itu, dengan tujuan agar dapat menyelesaikan tugas atau persoalan mereka dengan lebih memuaskan.
Sementara itu dalam materinya narasumber memaparkan bahwa asumsi yang digunakan dalam pembelajaran orang dewasa ada beberapa aspek diantaranya konsep diri, dalam konsep diri itu proses pematangan manusia merupakan kewajaran bagi seorang individu untuk bergerak dari ketergantungan kearah kemandirian. Perpindahan ini secara bertahap dan dengan kecepatan yang berbeda-beda sesuai dengan orang dan dimensi kehidupannya.
Pengalaman, menurut konsep andragogi terjadi selama manusia tumbuh dan berkembang, mereka menyimpan banyak pengalaman dan karena itu akan menjadi sumber yang tak habis-habisnya untuk belajar, baik bagi mereka pribadi mupun bagi orang lain.
Kesiapan Belajar, dalam andragogi orang menjadi siap untuk mempelajari sesuatu bila mereka merasakan kebutuhan untuk mempelajari hal itu.
Orientasi terhadap belajar, dalam andragogi para peserta didik memandang pendidikan sebagai suatu proses pengembangan kemampuan untuk mencapai potensi kehidupan yang paripurna. Orang dewasa juga mempunyai persfektif waktu dalam belajar, dalam arti secepatnya mengaplikasikan apa yang dipelajarinya.
Sesi tanya jawab menjadi hal yang ditunggu-tunggu para widyaiswara, karena ada banyak hal yang memang memerlukan penjelasan yang kongkrit. Diantaranya ada yang bertanya, ”bagaimana anak bisa menjadi dewasa sedangkan orang dewasa saja tidak bisa menjadi dewasa”?.
”Bagaimana perbandingan pendidikan di Indonesia dan di luar negeri”, dan “bagaimana caranya seorang widyaiswara mempunyai standart kompetensi yang baik dan bisa dimanfaatkan”?
Semua pertanyaan para widyaiswara dijawab oleh narasumber dengan penuh antusias, mengingat memang jarang sekali para Widyaiswara di KalTeng mendapatkan pembinaan secara rutin dan komprehensif.
Akhirnya diakhir acara narasumber memaparkan beberapa kesimpulan yang berkaitan materi. Ada beberapa hal penting dalam implikasi pembelajaran orang dewasa, yaitu:
1. Iklim belajar perlu diciptakan sesuai dengan keadaan orang dewasa
2. Peserta diikutsertakan dalam mendiagnosa kebutuhan belajarnya
3. Peserta dilibatkan dalam proses perencanaan belajarnya
4. Tanggung jawab bersama antara pelatih/fasilitator dan peserta
5. Evaluasi belajar pada diri sendiri
6. Proses belajar ditekankan pada teknik yang sifatnya menyadap pengalaman
7. Penekanan dalam proses belajar adalah pada aplikasi praktis dan pengalaman
8. Kurikulum disusun berdasarkan tugas perkembangannya
9. Adanya konsep mengenai tugas-tugas perkembangan pada orang dewasa akan memberi petunjuk dalam belajar secara kelompok
10. Pendidik berperan sebagai pemberi bantuan kepada orang yang belajar
11. Kurikulum berorientasi pada masalah
12. Pengalaman belajar dirancang berdasarkan pada masalah atau perhatian yang ada dalam benak mereka.