Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 4/II/April/2009 - Info Diklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 4/II/April/2009 - Info Diklat. Tampilkan semua postingan

DIKLAT PRAJABATAN LAN 2009 DI JATINANGOR

Laporan dari Jatinangor
Generasi Baru Harapan Baru LAN di Masa Depan
Sebagai tindak lanjut dari keseluruhan proses Penerimaan Pegawai Formasi 2007 di Lembaga Administrasi Negara khususnya di lingkungan PKP2A III LAN maka di laksanakan Pelatihan Prajabatan sebagai proses ‘penggodokan’ terakhir bagi Calon Pegawai baru yang selama ini telah menyandang titel CPNS.


Latihan Prajabatan ini merupakan amanah dari UU No. 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana tercantum dalam pasal 31. Diklat Prajabatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan, Ketrampilan, dan pembentukan perilaku bagi CPNS agar mempunyai kemampuan dan etika dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, disamping itu pendidikan dan pelatihan jabatan bagi Pegawai Negeri Sipil juga dimaksudkan agar dapat menjamin keserasian pembinaan Pegawai Negeri Sipil.
Diklat Prajabatan tahun ini sangat luar biasa sekali karena dapat terlaksana secara terintegrasi, sesuatu yang dulu pernah di lakukan LAN tapi lama tidak terlaksana dan akhirnya kini muncul kembali. Banyak keuntungan bagi para CPNS yang mengikuti Diklat Prajab secara terintegrasi. Bertemu dengan teman–teman CPNS di lingkungan LAN secara keseluruhan, para Widyaiswara yang 99% berasal dari LAN, tempat Diklat juga di LAN, dan materi-materi pembelajaran yang banyak ‘diselipi’ dengan materi-materi tentang keberadaan LAN merupakan nilai plus dari pelaksanaan Diklat Prajabatan secara terintegrasi dibanding melaksanakan Diklat Prajabatan secara sendiri-sendiri.
Diklat Prajabatan kali ini di laksanakan di PKP2A I LAN Bandung, terbagi atas 2 bagian, yakni Diklat Prajabatan untuk Gol III dan Diklat Prajabatan untuk Gol II. Untuk Golongan III diikuti oleh 31 peserta dan Golongan II diikuti oleh 24 peserta, adapun waktu pelaksanaan diklat dimulai dari tanggal 29 Januari 2009 dan berakhir pada tanggal 21 Februari 2009. Udara Jatinangor yang begitu sejuk dan gedung yang begitu megah memberikan arti dan semangat tersendiri dalam melalui hari-hari selama proses pembelajaran.
Materi rata-rata dimulai pada pukul 7.30 dan berakhir pukul 19.30, namun begitu keceriaan masih nampak diantara wajah-wajah lelah peserta diklat. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan para Widyaiswara yang kompeten, nyaman, dan sistematis serta mempunyai sense of humor dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga tidak menimbulkan rasa kantuk dan kebosanan. Satu lagi keistimewaan lainnya dari Diklat Prajabatan bagi para CPNS di lingkungan LAN tahun ini, yakni masuknya dua materi diklat baru, yaitu Good Governance dan Mind Setting.
Tujuan dari pembelajaran Good Governance adalah agar para CPNS yang notabene adalah Pelayan Masyarakat mengetahui apa itu prinsip-prinsip Good Governance dan bagaimana mengaplikasikannya dalam organisasi kerja kita masing-masing. Adapun Materi Mind Setting atau pola pikir diajarkan dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil dalam hal ini menerapkan pola pikir PNS agar mampu memberikan pelayanan prima kepada pelanggan baik Internal maupun Eksternal.
Pola Pikir sebagaimana diketahui adalah Pola dominant yang menjadi acuan utama seseorang untuk bertindak. Dengan mempelajari tentang pola pikir yang baik dan pola pikir yang buruk maka akan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana membangun dan menstimulus pola pikir yang baik dan membuang pola pikir buruk yang mungkin selama ini dalam diri kita secara tidak tersadari, sehingga dengan pemahaman yang baik akan pola pikir dapat tercipta Konsep Diri PNS yang jelas yakni: 1. Bekerja adalah sebagai Ibadah; 2. menghindari sikap tidak terpuji; 3. pelayanan dan pengayoman masyarakat; 4. Bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku; 5. selalu meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus; 6. tidak rentan terhadap perubahan; 7. terbuka dan realistis; 8. dapat bekerja secara sistematis, dan 9. mampu bekerja secara professional.
Semoga Diklat Prajabatan yang sudah didesain luar biasa ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa pula. PNS yang jujur, terampil, professional, serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap negara adalah harapan luar biasa dari setiap penyelenggaraan diklat, termasuk Diklat PraJabatan LAN Angkatan I Tahun 2009 sebagaiman slogannya …Diklat Prajabatan …..Kompak…Sukses…Jaya....Yess.(Yuni)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI SDM APARATUR MELALUI KARYA TULIS ILMIAH


Liputan dari Lokakarya Penyusunan Modul Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Kitapun menyadari bahwa kemajuan ilmu pengetahuan ini menuntut kita untuk selalu terus belajar agar dapat menggunakannya dengan baik. Dalam perkembangannya Ilmu pengetahuan tidak akan maju tanpa adanya suatu penelitian yang terus-menerus dilakukan.
Lokakarya ini bertujuan untuk mensosialisasikan informasi dan melakukan pelatihan keterampilan yang benar tentang peran dan cara pembuat karya tulis ilmah, juga kegiatan pengembangan profesinya, khususnya bagi tenaga fungsional guru dan peneliti pada satker terkait. Selain itu lokakarya ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta agar mereka mempunyai motivasi positif untuk meningkatkan profesionalitasnya. Lokakarya ini juga dimaksudkan untuk mencari titik temu terhadap kesulitan yang dihadapi, serta menggali informasi penting untuk tindak lanjut pengembangan materi modul sehingga menghasilkan modul yang lebih aplikatif.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut PKP2A III LAN Samarinda menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Modul Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan di Grand Senyiur Balikpapan, tanggal 4-5 Maret 2009 dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dalam pembuatan karya tulis ilmiah, yaitu Prof. Dr. Dwi Nugroho, Prof. Dr. Teguh Budiharso, serta Drs. Bambang Utoyo, M.Pd. Narasumber adalah Dosen Universitas Mulawarman, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Widyaiswara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kaltim.
Dalam pemaparannya, Dwi Nugroho menyampaikan tentang pentingnya pengembangan kompetensi yang harus dimiliki oleh aparatur pemerintah. Diantaranya dengan karya tulis ilmiah. Karya Ilmiah adalah karya tulis yang memiliki syarat-syarat tertentu yang berada dalam lingkup pengetahuan ilmiah serta pengerjaannya menggunakan metode ilmiah dan tampilannya memenuhi sosok tulisan keilmuan. Pengetahuan yang akan digali dalam karya tulis ini menggunakan metode keilmuan yang menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif.
Sedang Teguh Budiharso lebih menekankan pada sistematika pembuatan karya tulis ilmiah. Mulai dari bagian Pendahuluan yang berisi halaman judul, lembaran persetujuan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan. Bagian Isi, yang terdiri dari permasalahan atau pendahuluan, kajian teori atau pembahasan kepustakaan, metodologi dan prosedur pengkajian, hasil-hasil dan diskusi hasil kajian, serta kesimpulan dan saran. Bagian penunjang biasanya terdiri dari sajian daftar pustaka dan laporan yang diperlukan untuk menunjang isi laporan.
Sementara itu Widyaiswara LPMP Bambang Utoyo yang juga anggota Tim Penilai Angka Kredit Umum memaparkan bahwa karya tulis ilmiah merupakan salah satu unsur pengembangan profesi dalam kaitannya dengan kependidikan. Yang mana dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi negara dan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini banyak sekali menghasilkan masukan–masukan yang bermanfaat bagi pengembangan modul yang dibuat. Diantaranya format modul yang dibuat bisa dikategorikan untuk peneliti secara umum, juga untuk fungsional guru, karena memiliki kriteria dan penetapan angka kredit yang berbeda. Para peserta juga mengkritik bab per bab yang telah dibahas dan memberikan sarannya kepada para narasumber.
Acara yang dimoderatori oleh Kabid Diklat Aparatur PKP2A III LAN Samarinda berlangsung sangat atraktif dan dalam suasana yang penuh kekeluargaan, karena selain bertanya tentang inti dari lokakarya tersebut, kebanyakan para peserta juga menumpahkan uneg-uneg mereka kepada narasumber dan PKP2A III LAN Samarinda selaku pembina Diklat Aparatur yang ada di Wilayah Kalimantan.
Yang paling penting dalam kegiatan ini ada proses sharing baik dari kalangan pendidik maupun bagian yang berkecimpung langsung dengan penelitian, bagaimana mereka terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi mereka kepada bangsa dan negara sesuai dengan bidang pekerjaan yang mereka jalani. (Humairah)