Tampilkan postingan dengan label Edisi Perdana No. 1/I/April/2008 - Info Diklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Perdana No. 1/I/April/2008 - Info Diklat. Tampilkan semua postingan

Workshop Manajemen Kinerja Pelayanan Publik


Masyarakat Semakin Kritis Terhadap Kinerja Pelayanan Publik

Kesadaran akan pentingnya meningkatkan peran serta aparatur pemerintahan perlu dibarengi dengan usaha nyata yang terus menerus dilakukan dalam peningkatan kualitas SDM di segala bidang, sehingga menghasilkan SDM yang produktif. Manajemen Kinerja merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen SDM yang terkait dengan strategi peningkatan kompetensi.
Tuntutan yang semakin besar dari masyarakat akan pelayanan publik membuat para aparatur harus selalu bergerak aktif dan dinamis untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
Hal tersebut disampaikan Deputi II LAN Dr. Ismail Mohamad, dalam sambutannya pada acara pembukaan Workshop Manajemen Kinerja. Workshop yang membahas tentang kinerja birokrasi dalam pelayanan publik dilaksanakan oleh Bidang Diklat Aparatur PKP2A III LAN Samarinda bekerjasama dengan PKP2A II LAN Makassar. Kegiatan ini juga didukung oleh Deputi Pelayanan Publik Kementerian Negara PAN dan Proyek Kerjasama Pemerintah Republik Federal Jerman (SfGG-GTZ).
Pada bagian lain Kepala PKP2A III LAN Samarinda Dr. Meiliana, MM, mengemukakan bahwa penyelenggaraan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kebijakan strategi pemerintahan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, juga memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi peserta, bagaimana memberikan praktek terbaik tentang kinerja pelayanan Publik, dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik.
Sementara itu, narasumber berkompeten Deputi II LAN Dr. Ismail Muhammad, MBA membuka sesi pertama dengan pemaparan memberikan contoh daerah-daerah yang sudah memberikan praktek terbaik, antara lain dari daerah Jateng, Jogja, Pare-pare, Balikpapan, Jatim.
Kemudian beberapa strategi keberhasilan yang sudah dilakukan masing-masing daerah dalam rangka memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati Jombang Drs. Ali Fikri. Wakil Bupati yang masih muda ini diundang sebagai narasumber untuk memaparkan pengalaman praktis Pemda Jombang dalam aplikasi manual praktis pelayanan publik di Daerahnya. Dalam pemaparan Wabup Jombang mengatakan bahwa kemajuan yang dialami oleh Kabupaten Jombang merupakan buah dari partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat, disamping aparaturnya yang selalu berusaha melakukan perbaikan pelayanan untuk masyarakat.
Pada dasarnya Kabupaten Jombang dalam memberikan pelayanan Publik berpegang pada konsep otonomi daerah yang mana dengan kewenangan yang dimiliki daerah dapat mengoptimalkan peran serta, pemberdayaan, pelayanan dan prakarsa masyarakat yang bertujuan semata-mata untuk mensejahterakan masyarakatnya, mereka juga menggunakan Manual Praktis Pelayanan Publik sebagai salah satu metode pelayanan Publik yang berbasis partisipasi masyarakat. Penerapan Manual Praktis ini diarahkan pada:
1. Urusan yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak
2. Sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah
3. Merupakan skala prioritas pembangunan daerah.
Strategi awal adalah dimulai dari menampung pengaduan masyarakat yang dikumpulkan, kemudian memilah bagian mana yang bertugas menindaklanjuti pengaduan tersebut.
Salah satu contohnya adalah pada tahun 2004 dan 2005 di bidang pertanian adanya pengaduan petani terhadap pelayanan Pemerintah Daerah, pengaduan orang tua siswa terhadap pelayanan sekolah.

Diskusi yang sangat interaktif
Suasanapun semakin menghangat ketika dibukanya sesi tanya jawab yang dipandu oleh Amir Imbaruddin selaku moderator, beberapa masukan yang disampaikan peserta, diantaranya agar adanya reward berupa penambahan anggaran seiring dengan berjalannya otonomi daerah agar daerah-daerah lebih termotivasi lagi untuk berkembang dan berprestasi. Ditanggapi oleh pak Deputi bahwasanya sudah ada peningkatan dana alokasi umum dan khusus untuk meningkatkan motivasi bagi Kabupaten/Kota untuk mengembangkan daerah masing-masing.
Diskusi semakin hangat ketika Wabup Jombang Drs. Ali Fikri ketika menanggapi pertanyaan peserta workshop tentang bagaimana melayani keinginan masyarakat yang begitu banyak, bagaimana mekanisme pemilahannya, dan apakah ada skala prioritas yang didahulukan dan jika keinginan masyarakat tersebut tidak terpenuhi apakah ada sanksi yang diterapkan. Menjawab pertanyaan tersebut Wabup Jombang menyatakan untuk melayani keinginan masyarakat yang begitu besar, mereka membuat team dan team itulah yang bekerja menganalisa apa saja yang perlu mendapatkan tanggapan yang cepat, kemudian berkaitan dengan sanksi jika ada keinginan masyarakat tidak terpenuhi pemerintah siap menerima kritik, saran dan evaluasi bersama antar warga dan aparat pemerintahan.
Sesi berikutnya Bapak Tumpal Simanjuntak dari SfGG lebih banyak mengupas tentang model pelayanan prima yang telah diberikan kepada beberapa daerah yang sudah bekerja sama dengan GTZ, dan masukan agar GTZ sering melakukan kunjungan kegiatan di wilayah timur, agar dapat juga menularkan pengetahuannya kepada aparat di sana. Dari Kementrian PAN yang diwakili oleh Bapak Drs. Rusdi lebih membahas langkah-langkah ke depan yang akan terus dibenahi oleh Kementrian PAN dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Publik.
Acara workshop berakhir dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara peserta workshop, Kedeputian Pelayanan MenPAN, SfGG-GTZ dan LAN yang isinya antara lain:
1. Komitmen dari pemerintahan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di unit kerja masing-masing
2. Kesediaan untuk menggunakan manual Praktis sebagai model potensial
3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur melalui penyelenggaraan Diklat Teknis dan Bimtek Pelayanan Publik
Kesepakatan ini ditandatangani oleh wakil peserta dari Kota Bontang Drs. H. Fakhrullah, M.Si (KPT Kota Bontang), Drs. Masdy Lambri (Bandiklat Prov. Kalteng), Drs. Syahril (Bandiklat Prov. Kaltim), Haryanto, S.Sos., MM (Sintap Parepare) dan Calvaryneke H. Wantania, SH., M.Si (Setda Kota Manado).

Info Diklat

Masih Banyak Pengelola Diklat yang Belum Kompeten



PKP2A III LAN selenggarakan Diklat MOT untuk para Manajer Diklat

Diklat Management of Training (Diklat bagi Pengelola Diklat)yang dibuka pada tanggal 18 Februari 2008 ini berlangsung selama 12 hari hingga tanggal 01 Maret 2008 dan bertempat di kantor PKP2A III LAN Samarinda di Jalan MT. Haryono No. 36, Samarinda, Kalimantan Timur. Kepala PKP2A III LAN Samarinda Dr. Meiliana yang membuka kegiatan Diklat ini mengatakan bahwa tujuan umum diselenggarakannya Diklat bagi Pengelola Diklat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola diklat secara lebih professional, Diklat ini juga diharapkan dapat memberi bekal kepada peserta agar memiliki kemampuan dan karakteristik berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan sebagai pengelola diklat.
Sebagaimana diketahui bahwa salah satu sarana dalam meningkatkan kualitas SDM Aparatur adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Kendati upaya ini masih belum optimal namun demikian berbagai upaya yang dilakukan LAN sebagai Instansi Pembina Diklat dengan membenahi kelembagaan Diklat bersama SDM Pengelolanya terus menerus dilakukan.
Diklat masih dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kualitas SDM Aparatur dalam rangka tercapainya dayaguna dan hasil guna pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Oleh karenanya, penyelenggaraan Diklat Aparatur harus benar-benar ditangani secara handal dan profesional. Untuk itu diperlukan SDM pengelola Diklat yang terlatih dan profesional. Mengikuti Diklat MOT menjadi salah satu standar kompetensi bagi para manajer diklat.
Pada kesempatan yang sama Kepala Direktorat Pembinaan Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara Drs. Nasry Efendy, M.Sc mengemukakan bahwa sesuai dengan kompetensi yang diperlukan bagi pengelola diklat, maka struktur kurikulum diklat bagi pengelola diklat terdiri atas tiga kelompok yaitu: wawasan, kemampuan dan aktualisasi. Struktur wawasan diarahkan pada pemahaman dan kemampuan peserta dalam penyusunan informasi diklat, prinsip-prinsip pembelajaran andragogi, serta hal-hal yang berkenaan dengan kebijakan diklat aparatur. Struktur kemampuan dimaksudkan agar peserta mempunyai pemahaman dan kemampuan mengelola diklat yang meliputi analisis kebutuhan diklat, rancang bangun program diklat, perencanaan kegiatan dan anggaran diklat. Di samping itu diharapkan pula peserta lebih mampu memahami diklat sebagai suatu sistem, mampu melaksanakan pemantauan dan pengendalian, pengelolaan sumber daya diklat serta melakukan jejaring kerja (networking) yang lebih professional. Sedangkan struktur aktualisasi dimaksudkan untuk memberi kemampuan peserta agar selalu mengikuti perkembangan dan inovasi tiada henti sebagai pengelola diklat khususnya dalam membangun komitmen pembelajaran, penyusunan rencana tindak lanjut serta dalam mempersiapkan observasi lapangan bagi peserta diklat.
Peserta yang mengikuti diklat MOT ini berjumlah 21 orang yang merupakan pejabat struktural dan staf potensial yang lingkup tugasnya menangani Pendidikan dan Pelatihan serta Perencanaan dan Pengembangan SDM Aparatur di wilayah Kalimantan. Sedangkan yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini antara lain: Ir. Akhmad Sirodz, MP., Dra. Ernawati Sabran, serta 5 (lima) narasumber terakhir merupakan narasumber dari Jakarta yaitu Ir. Sri Ratna, MM., Drs. Nasry Effendi, M.Sc., MM., Drs.Aminuddin Maliki, M.Ed., Drs. Baseng, M.Ed., dan Dr. P. Marpaung, M.Sc. Dalam pelaksanaan kegiatan Diklat ini, para fasilitator menyampaikan materi melalui ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab, diskusi dan latihan. Juga melalui pendalaman materi, dimana peserta diberi latihan untuk saling bekerja sama dan berkomunikasi secara aktif dalam berfikir, mengidentifikasi, membahas dan memecahkan masalah yang menjadi topik pembahasan. Walaupun berlangsung cukup lama (± 12 hari), para peserta merasa puas karena selain menyajikan materi, para fasilitator juga menambah semangat para peserta diklat dengan mengadakan games/permainan-permainan yang selain berfungsi untuk menambah pengetahuan peserta juga berfungsi sebagai sarana penyegaran sekaligus untuk meningkatkan keakraban dan menumbuhkan rasa kerja sama di antara para peserta diklat dengan adanya komunikasi yang aktif dan menyenangkan.
Selain ceramah dan pendalaman materi, metode pembelajaran lain yang digunakan oleh fasilitator dalam kegiatan ini yaitu studi banding (observasi lapangan). Dalam pelaksanaan observasi lapangan ini, para peserta diharuskan untuk terjun langsung dan mengamati dari dekat cara kerja atau sistem yang dijalankan di tempat mereka melakukan observasi. Dalam diklat MOT ini, para peserta dibagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 10 orang yang melakukan observasi di PKP2A III LAN Samarinda untuk mengamati bagaimana Sistem Jejaring Kerja dan SIDA serta Rancang Bangun Program, Bahan Diklat dan Manajemen Anggaran Diklat yang dilaksanakan oleh LAN Samarinda. Sedangkan kelompok kedua yang terdiri dari 11 orang lainnya mengamati jalannya Pengelolaan dan Pemberdayaan SDM dan Lembaga Diklat serta Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Diklat di Badan Diklat Provinsi Kalimantan Timur.
Setelah melakukan observasi dan melihat langsung kinerja di instansi pembina diklat, para peserta kembali ke ruang kelas untuk mendiskusikan hasil yang telah mereka peroleh dan menyusunnya dalam bentuk laporan yang kemudian akan dipresentasikan dalam seminar yang diselenggarakan pada hari akhir penyelenggaraan diklat pada tanggal 01 Maret 2008. Dalam seminar ini para peserta memaparkan hasil diskusi mereka yang kemudian akan ditanggapi oleh Drs. Andi Taufik, M.Si. selaku Kepala Bidang Diklat Aparatur LAN Samarinda dan Dr. P. Marpaung, M.Sc. selaku fasilitator pada mata diklat observasi lapangan tersebut.
Setelah presentasi dilakukan oleh seluruh kelompok yang mengikuti diklat ini, acara kemudian dilanjutkan dengan penutupan oleh Kepala Pusat PKP2A III LAN Samarinda Dr. Meiliana, SE, MM, yang didampingi oleh Kabid Diklat Aparatur PKP2A III LAN Samarinda Drs. Andi Taufik, M.Si., dan Widyaiswara Luar Biasa Lembaga Administrasi Negara Dr. P. Marpaung, M.Sc.
Pada acara penutupan ini disampaikan pula kata sambutan dari perwakilan peserta oleh Ir. Asmirilda dari UPTD BPTP Kaltim yang juga terpilih sebagai peserta terfavorit pada diklat MOT. Pada acara penutupan ini, diserahkan pula sertifikat dan kenang-kenangan sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para peserta yang telah mengikuti Diklat Bagi Pengelola Diklat ini.




Berikut Daftar Nama Peserta MOT dan Instansinya:
No Nama Instansi
1 Drs. Muhammad Sarwani, MM Badan Diklat Banjarmasin
2 Dra. Rohmany, M.Si Badan Diklat Prov. Kaltim
3 Rusdiansyah, SH Badan Diklat/BADL Samarinda
4 Sitti Arifah, S.Sos Badan Diklat/BADL Samarinda
5 Drs. Zulkifli AS Badan Diklat/BADL Samarinda
6 Ir. Aang Djuanda Balai Diklat Kehutanan Samarinda
7 Ir. Ardiansyah Balai Diklat Kehutanan Samarinda
8 Ir. Sarrang Massora Balai Diklat Kehutanan Samarinda
9 Yulius D. DJ, SH., M.Si BKD Kab. Sanggau
10 Hj. Silvia Rahmadina, AP BKD Kota Tarakan
11 Alvi Juni Rahmawati BKKBN
12 Andre Hermawan, ST BLKI Samarinda
13 Eka Widarjanta, Amd BLKI Samarinda
14 Ir. Aminullah Dinas Perindagkop
15 Sadrak Pole, BE., SE Dinas Perindagkop
16 Syahiddin, S.Pd Kantor Bahasa Prov. Kaltim
17 Mispoyo, M.Pd LPMP Kaltim
18 Dra. Pertiwi Tjitrawahjuni, M.Pd LPMP Kaltim
19 Rumbinah, S.Pd LPMP Kaltim
20 Hj. Lasmiati, SE PKP2A III LAN
21 Ir. Asmirilda UPTD BPTP Sempaja