Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 4/II/April/2009 - Seputar Kantor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi No. 4/II/April/2009 - Seputar Kantor. Tampilkan semua postingan

BIMTEK PENULISAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Sudah menjadi komitmen bagi seluruh “warga” LAN tak terkecuali bagi “warga” PKP2A III LAN Samarinda sebagai bagian LAN secara integral untuk selalu meningkatkan kemampuannya, termasuk kemampuan di bidang hukum khususnya yang terkait dengan masalah Perundang-Undangan.
Pentingnya mempelajari tentang Peraturan perundang-undangan bagi pegawai di lingkungan PKP2A III LAN dikarenakan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tidak akan terlepas dari suatu kegiatan mengeluarkan keputusan -keputusan dan atau tindakan Administrasi sesuai dengan bidang urusan yang menjadi kewenangannya.
Untuk menjembatani kebutuhan tersebut maka dilaksanakan Bimtek Penulisan Peraturan PerUndang-Undangan pada tanggal 10 Maret 2009 di lingkungan PKP2A III LAN. Bimtek ini dibuka oleh Kepala Pusat PKP2A III LAN Dr. Meiliana, SE., MM yang diikuti oleh seluruh Pegawai di lingkungan PKP2A III LAN dengan menghadirkan Bambang Giyanto, SH., M.Pd selaku Kabag Hukum dan Organisasi LAN sebagai Narasumber. Menurut Bambang Giyanto produk hukum yang dikeluarkan oleh LAN selain berupa Peraturan (regeling) dan Keputusan (beschikking) Kepala LAN, juga terdapat produk hukum yang dikeluarkan oleh pejabat yang dibawahnya seperti: Deputi, Sekretaris Utama, Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.
Khusus di lingkungan PKP2A III LAN produk hukum yang paling banyak dijumpai dalam kegiatan organisasi adalah penerbitan Surat Keputusan dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait realisasi program dan kegiatan sebagaiamana telah tercantum pada Rencana Anggaran Belanja yang telah ditetapkan oleh Pengguna Anggaran (PA). Sehubungan dengan aktivitas penerbitan Surat Keputusan tersebut maka di harapkan para staf KPA/PPK pada masing-masing Satker dapat mengerti, memahami, dan menguasai pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat surat keputusan tentang penetapan Tim Personalia dari masing-masing kegiatan.
Ketika Narasumber selesai memberikan pemaparannya dan memberikan kesempatan bagi Audience untuk bertanya, kesempatan ini seakan-akan tidak disia-siakan, berbagai pertanyaan diajukan, tidak saja pertanyaan terkait dari materi yang telah disampaikan tapi juga mengenai permasalahan pembuatan, sosialisasi, dan penerapan suatu Undang-Undang yang secara global sering menjadi masalah di negeri ini.
Pertanyaan tersebut seperti mengapa UU tentang korupsi dapat berlaku retroaktif sedang UU lain tidak, ada juga pertanyaan tentang apa dasar dan sebab musababnya sehingga terjadi suatu UU harus mengalami beberapa kali perubahan sehingga membingungkan masyarakat pada umumnya atau pertanyaan kritis lainnya tentang selalu tidak tercapainya kuota dari produk UU dalam Prolegnas sehingga masih banyak saat ini UU yang tidak tuntas pembuatannya atau belum dibuat sama sekali padahal UU tersebut sangat urgen bagi roda Pemerintahan.
Semua pertanyaan tersebut dicoba untuk dijawab dengan baik oleh narasumber dan suasana gerr pun terjadi ketika narasumber harus menjawab bagaimana suatu produk UU tersebut dibuat dan tahapan-tahapan yang harus dilaluinya karena bukan rahasia lagi berbicara tentang pembuatan UU memerlukan waktu yang lama dan tahapan yang rumit serta budget yang besar.
Pada akhirnya, karena keterbatasan waktu dari narasumber yang harus kembali ke Jakarta pada hari itu juga, maka acara harus segera di sudahi. Dan untuk lebih mengingat materi yang telah disampaikan maka dibagikan buku Pedoman Teknis Penulisan Peraturan PerUndang-Undangan di Lingkungan Lembaga Administrasi Negara. (Yuni)

PAK BAHARUDDIN YANG SELALU DIHATI KAMI


Perputaran bumi mengelilingi matahari, pergantian siang dan malam, tak terasa telah dilalui seorang manusia. Sesungguhnya segala sesuatu yang telah kita lakukan mampu menorehkan goresan makna begitu dalam bagi setiap pribadi yang mampu memaknainya.
Manusia ditakdirkan oleh pencipta memiliki banyak karunia, yang jika dipergunakan dengan sebaik mungkin akan mampu memberikan nilai lebih bagi orang yang ditinggalkan. Tak terasa perjalanan waktu ini telah mengantarkan seorang anak manusia pada satu titik pemberhentian yang memang harus dilakoni bagi seorang abdi negara , ya karena memang segala sesuatu yang kita lakukan harus ada fase istirahatnya agar mampu mengembalikan jiwa–jiwa yang telah cukup lelah ini untuk kembali menyelami arti hidup yang sebenarnya.
Pak Baharuddin sosok pejuang keras dalam hidup telah sampai pada fase ini, yaitu purna bakti. Pensiun adalah salah satu perjalanan yang dilalui oleh Pegawai Negeri Sipil, dan tidak dapat dihindari. Kita boleh saja cinta dengan jabatan, berusaha keras untuk mendapatkan suatu jabatan namun tetapi bukan tidak mungkin suatu saat mungkin jabatan yang akan pergi meninggalkan kita.
Tidak ada rasa kekecewaan, sedih, dalam diri beliau. Karena memang beliau telah mempersiapkan jauh–jauh hari akan kedatangan masa itu. Telah banyak pengalaman hidup baik yang positif maupun yang negatif (menurut cerita bapak sendiri) yang telah dialaminya. Bagaimana beliau merintis karier dari menjadi supir di LAN Makassar, hingga menjadi Kasubbid Renlap pada PKP2A III LAN Samarinda.
Satu hal yang bisa kita jadikan teladan dari diri beliau adalah semangatnya untuk terus menuntut ilmu meskipun bagi sebagian orang mungkin hanya akan membuang waktu saja dan tidak memberikan kontribusi yang signifikan dalam karier, namun hal itu tidak berlaku bagi beliau karena di usia sudah tidak muda lagi beliau mampu menamatkan S2-nya. Tentu saja menjadikan motivasi bagi teman- teman yang lain.
Acara pelepasan Pak Burhanuddin ini dipimpin langsung oleh Ibu Meiliana di Aula PKP2A III LAN Samarinda pada hari Senin tanggal 2 Maret 2009. Ibu Kapus menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas pengabdian, loyalitas, tenaga, pikiran, ide-ide yang telah diberikan terutama pada awal pendirian PKP2A III LAN Samarinda, hingga saat ini.
Terima kasih bapak, abang, apa yang telah kau berikan untuk bangsa dan negara akan menjadi catatan tersendiri bagi kami untuk dijadikan pelajaran, dan atas pengabdianmu selama ini akan dihitung Pencipta Langit dan Bumi sebagai pemberat amal kebajikanmu kelak di yaumil akhir. (Humairah)

SOSIALISASI IMPLEMENTASI ANGGARAN 2009

Perencanaan menjadi elemen penting pertama yang menjadi dasar atau acuan bagi suatu organisasi untuk melaksanakan program-program kegiatan yang akan mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi. Perencanaan yang matang dan berkesinambungan akan menjadi tolak ukur bagi keberhasilan organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pada setiap tahunnya. Hal ini pula yang berusaha dilakukan oleh PKP2A III LAN untuk terus dapat menghasilkan perencanaan yang akurat secara kontinu, termasuk dalam hal perencanaan anggaran kegiatan.
Oleh karena itu, pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2009 lalu, Tim dari LAN Jakarta yang terdiri dari Pak Guntur Karnaeni, Pak Hartoto, Pak Untung Ciptadi, Pak Eddi Wibowo, dan Ibu Lilis Komalasari berkunjung ke kantor PKP2A III. Kunjungan ini adalah dalam rangka Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 06/PMK/.02/2009 tentang Tata Cara Perubahan Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat dan Perubahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Hal ini terkait dengan beberapa permasalahan yang seringkali terjadi dalam setiap proses perencanaan terutama proses revisi rencana anggaran. Sebagai contoh adalah ketidakjelasan kewenangan pihak-pihak yang akan menangani proses revisi tersebut, apakah cukup melalui KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), atau harus melalui Kanwil Perbendaharaan, ataukah harus melalui level yang lebih tinggi lagi yaitu Dirjen Anggaran.
Selain Sosialisasi Peraturan Menkeu tersebut, Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2005 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang berlaku pada LAN juga menjadi salah satu topik pembahasan. Untuk tahun 2009 dan tahun-tahun sebelumnya, PKP2A III memang belum memiliki PNBP, namun seiring dengan selesai dibangunnya Gedung Kantor PKP2A III LAN maka diharapkan Gedung tersebut dapat dimaksimalkan pemanfaatannya termasuk melalui PNBP. Oleh karena itu perlu mulai direncanakan jenis-jenis PNBP yang akan diberlakukan oleh PKP2A III LAN berikut dengan tarif-tarifnya.
Pembahasan berikutnya juga terkait dengan perencanaan anggaran 2010 yang diharapkan lebih rigid terutama terkait dengan belanja gaji pegawai yang harus sudah didukung dengan data kepegawaian yang akurat. Dan untuk mengatasi kenaikan pangkat ataupun kenaikan gaji berkala yang terjadi pada tahun berjalan, maka dianggarkanlah apa yang disebut dengan anggaran transito.
Pertemuan yang berlangsung dua arah tersebut diselingi pula dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan permasalahan pengajuan revisi anggaran (atau akun anggaran) yang pernah dialami oleh unit-unit kerja. Koordinasi internal pun akhirnya disimpulkan menjadi salah satu kunci keberhasilan perencanaan sebuah organisasi. Dimana dengan adanya koordinasi yang kuat secara internal maka akan terwujud kesatuan perencanaan yang berdasarkan pada persamaan persepsi masing-masing unit dalam pencapaian tujuan organisasi.(Lina)

KIPRAH PKP2A III LAN SAMARINDA DI WILAYAH KALIMANTAN

Sosialisasi Kegiatan Diklat PKP2A III LAN Samarinda lewat Plan of Operations
Eksistensi Pemerintah Daerah dalam pengembangan SDM Aparatur yang merupakan asset penting dalam pembangunan bangsa sangat strategis. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan pengembangan SDM yang terpadu dan sinergis. Keseluruhan perencanaan diklat tersebut akan sangat bergantung pada kebijakan Pemda untuk merealisasikannya.
Sejak pertama kali hadir di Kalimantan pada tahun 2005, PKP2A III LAN Samarinda terus menerus berupaya memantapkan perannya sebagai Instansi Pembina Diklat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109/2000. Peran lebih nyata ditunjukkan dalam berbagai program Diklat agar tetap eksis memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan SDM Aparatur. Kontribusi nyata tersebut tentunya dimaksudkan dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik.
Dalam upaya mewujudkan misinya tersebut, PKP2A III LAN perlu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pembinaan pendidikan dan pelatihan dalam rangka mewujudkan SDM Aparatur yang professional, peka terhadap perubahan lingkungan serta kemajuan teknologi dan tetap pada komitmen memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat.
Perencanaan kegiatan PKP2A III LAN Bidang Diklat Aparatur Tahun Anggaran 2009 telah dilaksanakan dalam Lokakarya Perencanaan Kegiatan Operasional (Plan of Operations/PoO) Diklat Aparatur Tahun Anggaran 2009. Acara ini dilangsungkan pada hari Jumat tanggal 23 Januari 2009 di Aula PKP2A III LAN jalan MT.Haryono No. 36 Samarinda.

Tujuan pelaksanaan Lokakarya Perencanaan Kegiatan Operasional (Plan of Operations/PoO) Diklat Aparatur Tahun Anggaran 2009 ini adalah :
1. Mensosialisasikan Rancang Bangun Perubahan Sistem Diklat Prajabatan, Diklat Kepemimpinan & Diklat Teknis/Diklat Fungsional bagi PNS;
2. Mensosialisasikan Kegiatan Diklat PKP2A III LAN Samarinda 2009 (dalam bentuk matriks perencanaan, termasuk di dalamnya peran-peran kontribusi masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya);
3. Mensosialisasikan Program Penerapan Tata Kepemerintahan yang baik melalui aplikasi Metoda Manual Praktis Pelayanan Publik;
4. Menyepakati kegiatan-kegiatan pokok yang akan dilaksanakan bersama oleh pihak-pihak yang terlibat.
Dengan harapan dari pelaksanaan Lokakarya Perencanaan Kegiatan Operasional (Plan of Operations/PoO) Diklat Aparatur Tahun Anggaran 2009 dapat dihasilkannya daftar kegiatan pokok yang akan dilaksanakan bersama oleh pihak-pihak yang bekerjasama beserta peran dan kontribusi masing-masing pihak yang bekerjasama.
Kegiatan yang dibuka Kepala PKP2A III LAN Samarinda Ibu Meiliana ini dihadiri oleh Kepala Badan Diklat Se-Kalimantan beserta staf, serta Kepala Bidang Diklat dan Kepala Bidang Pengembangan pada BKD/BADL Kab/Kota se-Kalimantan.(Humairah)

TIM BPK SAMBANGI KANTOR PKP2A III LAN SAMARINDA

Laporan dari kedatangan Tim Audit BPK

Sebagai wujud komitmen pelaksanaan good governance dalam penyelenggaraan Pemerintahan Negara, telah diatur dalam Anggaran dilingkungan Lembaga Administrasi Negara berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara, UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU No.15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Untuk pertama kalinya PKP2A III LAN Samarinda kedatangan tamu yang sebenarnya sangat ditunggu - tunggu kehadirannya dalam rangka perbaikan kualitas pelaporan keuangan yang menjadi acuan dalam setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan Lembaga Admirnistrasi Negara.
Tim yang beranggotakan 5 orang Audittor diterima dengan hangat oleh Dr.Meiliana, MM selaku kapus serta para staff pada hari senin tanggal 16 Maret, di PKP2A III LAN Samarinda pada pukul 09.30 wita. Tim Inspektorat yang dikomandani pak Gering Supriyadi juga telah hadir satu hari sebelumnya untuk memberikan pengarahan pada sub bagian keuangan PKP2A III LAN Samarinda.
Dalam pertemuan dibahas beberapa item yang nantinya akan diperiksa berkaitan dengan laporan keuangan dari PKP2A III LAN Samarinda. Selanjutnya, anggota tim Auditor menyambangi bagian bagian yang terkait langsung dengan proses pemeriksaan atas Laporan Keuangan LAN Samarinda tahun Anggaran 2008. Kegiatan Pemeriksaan berakhir pada hari rabu tangal 18 Maret 2009 dengan menyampaikan beberapa catatan kecil terkait dengan hasil pemeriksaaan yang telah dilakukan. (Dewi)

KELOMPOK BUDAYA KERJA PKP2A III LAN SAMARINDA

Secara umum Budaya Kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.

Dalam rangka menginternalisasikan nilai-nilai budaya kerja agar menjadi kebiasaan bagi seluruh pegawai PKP2A III LAN Samarinda, sekaligus memupuk semangat kebersamaan, maka dibentuklah satu forum budaya kerja bernama Kelompok Budaya Kerja PKP2A III LAN Samarinda.
Forum ini biasanya dilakukan satu bulan sekali setiap hari Jum’at dan dilakukan secara bergiliran oleh seluruh karyawan PKP2A III LAN Samarinda. Tema yang diangkatpun berbeda-beda, yang jelas bisa memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan dari seluruh karyawan.
Secara umum Budaya Kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Sedangkan Pembentukan Kelompok Budaya Kerja (KBK) dan pengembangan nilai-nilai budaya kerja di lingkungan PKP2A III LAN Samarinda memiliki tujuan sebagai berikut:
1.Mendorong lahirnya kreativitas, intuisi, motivasi, dan komitmen dari seluruh pegawai PKP2A III LAN Samarinda dalam mewujudkan Visi dan Misi.
2.Membangun mimpi bersama (shared vision) serta menetapkan tujuan dan sasaran secara bersama-sama, antara lain melalui upaya mempererat kebersamaan, kekeluargaan, keterbukaan, dan saling kepercayaan antara pimpinan dan bawahan, serta antar pegawai.
3.Memperkuat mekanisme kelompok dalam penyusunan program dan/atau pemecahan masalah yang menyangkut kepentingan sebagian besar pegawai PKP2A III LAN Samarinda.
4.Meningkatkan kinerja individual, kinerja kelompok, dan kinerja organisasi secara progresif dan berkelanjutan.
Program / kegiatan yang dilakukan Kelompok Budaya Kerja PKP2A III LAN Samarinda antara lain:
a.Penyusunan logo, motto, semboyan dan tema ungkapan;
b.Penyelenggaraan dakwah dan khotbah;
c.Penyelenggaraan outbound atau family-day;
d.Pemantauan kondisi-kondisi tertentu seperti pelayanan kantor, tingkat disiplin, keadaan meja kerja, dan sebagainya dengan menggunakan instrumen tertentu;
e.Mengusulkan kepada pimpinan organisasi untuk menerapkan sistem reward and punishment, misalnya dalam bentuk pemilihan Pegawai Teladan;
f.Melakukan penilaian kondisi lingkungan kerja dan menyampaikan usulan perbaikan kepada pimpinan organisasi;
g.Program / kegiatan lain yang dipandang perlu.
Forum ini juga dijadikan ajang untuk melatih keterampilan presentasi dari pada pegawai baru agar dapat mencapai standart kompetensi yang memadai dalam menjelaskan materi dan berargumentasi. Dalam beberapa paparan telah dilakukan seperti Setting gelombang organisasi oleh Tri Widodo,W.U, Persepsi dan Imajinasi oleh Rustan Amrullah, Optimalisasi diri dengan mempertajam intuisi oleh Fani Heru Wismono, Bersyukurlah oleh Tri Noor Aziza, Manajemen Konflik oleh Tri Wahyuni, Brand Personality oleh Rokip Purnomo. Kepala PKP2A III LAN Samarinda Meiliana mengatakan bahwa forum ini akan dapat mempersiapkan tenaga-tenaga muda di LAN dalam menghadapi tantangan organisasi dimasa yang akan datang. (Izza)