Pelatihan Fasilitator Penggunaan Manual Praktis Pelayanan Publik


Peningkatan kualitas layanan Publik dengan menyerap aspirasi masyarakat benar-benar menjadi fokus Pelatihan bagi Fasilitator (TOF) angkatan VII yang dibuka Walikota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang yang berlangsung mulai tanggal 22-26 April 2008.
Untuk pertama kalinya pelatihan untuk fasilitator (TOF) dalam rangka penggunaan Manual Praktis Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui Partisipasi Masyarakat dalam rangka mewujudkan Tata Kepemerintahan yang Baik dilaksanakan atas beban biaya DIPA PKP2A III LAN Samarinda. Sebelumnya, sampai dengan Angkatan VI, TOF diselenggarakan oleh proyek Support for Good Governance (SfGG) GTZ bersama Deputi Pelayanan Publik Kementerian Negara PAN.
Pelatihan selama 5 hari ini bertujuan untuk memperbaiki penyelenggaraan pelayanan Publik. Selama ini kualitas Pelayanan Publik masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pengaduan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang diajukan secara langsung kepada unit pelayanan publik dan aparaturnya.
Walikota Bontang dr.H.Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, mengemukakan rasa senangnya karena kegiatan ini diselenggarakan di kota Bontang, keuntungan yang pasti menurutnya adalah banyak peserta pelatihan dari kota Bontang.
Selain itu Walikota menambahkan bahwa TOF merupakan spirit tersendiri bagi kota Bontang untuk meningkatkan pelayanan publik lebih baik lagi. Kota Bontang sendiri sudah cukup banyak melakukan terobosan yang berkenaan peningkatan Pelayanan Publik, contoh pengaduan masyarakat yang dituangkan lewat rubrik SMS Hallo Pak Wali, yang terdapat di halaman Bontang koran Kaltim Post.
Setiap 3 bulan sekali diadakan dialog dengan ketua RT se-Bontang, dan setiap 6 bulan sekali dialog dengan masyarakat yang disiarkan lewat TV lokal (LNGTV dan PKTV), serta adanya pin “Bersama Membangun Bontang” yang dipakai semua pegawai pemerintah. Hal tersebut menandakan bahwa untuk membangun Bontang bukan hanya aparat Pemerintah, namun semua masyarakat berpartisipasi untuk bersama-sama membangun kota Bontang.
Kepala PKP2A III LAN Samarinda Meiliana melaporkan bahwa penyelenggaraan TOF ini diselenggarakan di kota Bontang sebagai apresiasi terhadap kesungguhan Walikota Bontang dan jajarannya dalam pengembangan SDM Aparatur. Selain itu kota Bontang juga dinilai sukses dalam penerapan program-program pemerintah kota dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Sementara itu Principal Advisor SfGG-GTZ Peter Rimmele menyatakan bahwa penyelenggaraan TOF ini akan sangat membantu dalam mempersiapkan fasilitator yang nantinya memfasilitasi penggunaan manual praktis pelayanan publik di daerah. Fasilitator yang handal dan profesional akan membantu aplikasi manual praktis mencapai sasaran yang diinginkan.
Pemerintah Republik Federal Jerman melalui proyek SfGG-GTZ akan tetap memberi bantuan teknik termasuk menyediakan buku manual praktis kepada daerah yang bersedia untuk aplikasi seperti diketahui sejak program aplikasi manual praktis pelayanan publik diluncurkan sudah 15 kabupaten/kota di Indonesia dan 199 unit pelayanan berbagai sektor yang sudah aplikasi.
Deputi Pelayanan Publik Kementerian Negara PAN Cerdas Kaban memandang penyelenggara Diklat TOF ini sebagai langkah awal penerapan untuk LAN mengambilalih pelaksanaan TOF dan aplikasi manual praktis di masa mendatang.
Kementerian Negara PAN bersama GTZ membuat rencana strategis untuk penerapan manual praktis sekurang-kurangnya 50 kabupaten/kota di Indonesia sampai akhir tahun 2009.
Untuk itulah Beliau menyambut baik penyelenggaraan Diklat TOF yang dilaksanakan oleh PKP2A III LAN Samarinda. Cerdas Kaban juga mengungkapkan bahwa dengan TOF VII ini maka nantinya para alumni akan menambah jumlah fasilitator terlatih yang siap ditugaskan di seluruh pelosok tanah air.
Jumlah peserta yang mengikuti diklat TOF ini diutamakan para karyawan Pemerintah kota Bontang yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat ditambah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Hal ini berdasarkan kesepakatan hasil rapat koordinasi di Kantor Kementerian PAN di Jakarta.
Sebagai narasumber dan pengajar dalam Diklat TOF terdiri dari Kementerian PAN, SfGG-GTZ, dan LAN; biaya penyelenggaraan TOF ini sepenuhnya dibebankan kepada DIPA PKP2A III LAN Samarinda, pengadaan paket modul TOF dan Fasilitator dari GTZ yang dibebankan kepada proyek SfGG-GTZ, Pemkot Bontang memfasilitasi akomodasi untuk narasumber.
Diharapkan dengan Diklat TOF ini kualitas Pelayanan Publik yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan kepemerintahan yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar